Barabai (MAN 4 HST) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Hulu Sungai Tengah (HST) resmi memulai babak baru dalam pembinaan karakter peserta didik. Pada Senin (14/04/26) madrasah ini sukses mengimplementasikan standar prosesi upacara bendera terbaru yang merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SEB) 3 Menteri Nomor 9 Tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat di halaman utama madrasah tersebut dipimpin langsung oleh Ita Karmila Sari selaku Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, Ita Karmila Sari menekankan bahwa transformasi prosesi upacara ini bukan sekadar perubahan formalitas protokoler, melainkan sarana krusial untuk menanamkan nilai-nilai fundamental pada diri siswa. "Transformasi ini adalah upaya kita memperkuat disiplin, cinta tanah air, dan yang paling utama adalah menumbuhkan semangat anti-perundungan di lingkungan madrasah," tegasnya. Implementasi standar baru ini ditandai dengan penyertaan lagu "Rukun Sama Teman" serta pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia, yang menjadi simbol komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan penuh integritas.

Suasana khidmat tersebut kemudian ditutup dengan momen apresiasi yang membanggakan melalui penyerahan trofi bagi siswa dan guru berprestasi. Sebanyak tiga siswa resmi menerima penghargaan atas keberhasilan mereka meraih juara pada cabang olahraga Karate tingkat Provinsi. Prestasi ini kian lengkap dengan pencapaian gemilang salah satu tenaga pendidik MAN 4 HST yang berhasil menyabet Juara 2 Nasional pada Olimpiade Mata Pelajaran Bahasa Inggris.

Penyerahan trofi yang dilakukan oleh Kepala Madrasah, Masripani, di hadapan seluruh peserta upacara ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah standar aturan baru, penguatan karakter di MAN 4 HST berjalan beriringan dengan capaian prestasi akademik maupun non-akademik yang luar biasa. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga madrasah untuk terus berinovasi dan menjaga keharmonisan dalam ekosistem pendidikan.
Barabai (​MAN 4 HST) – Keluarga besar MAN 4 Hulu Sungai Tengah (HST) kembali mengukir catatan emas di tingkat nasional. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari salah satu tenaga pendidik, Ibu Fitriyani, yang berhasil menyabet gelar Juara II pada ajang Olimpiade Bahasa Inggris Jenjang Guru Tingkat Nasional.
​Kompetisi yang diselenggarakan oleh Lembaga Olimpiade Nasional Nusantara ini diikuti oleh para pendidik dari berbagai daerah di Indonesia. Keberhasilan ini menempatkan MAN 4 HST sebagai salah satu madrasah yang memiliki kualitas tenaga pengajar yang kompetitif dan berwawasan global.
​Apresiasi Langsung dari Kepala Madrasah
​Sebagai bentuk penghormatan atas capaian gemilang tersebut, pihak madrasah memberikan apresiasi spesial yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah. Momen istimewa ini dilaksanakan tepat setelah pelaksanaan upacara bendera hari Senin pagi, (14/04/2026) di lapangan madrasah.
​Di hadapan seluruh siswa dan rekan sejawat, Kepala Madrasah memanggil Fitriyani ke depan barisan untuk memberikan penghargaan secara simbolis. Suasana haru dan bangga menyelimuti lapangan saat ratusan murid memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghormatan kepada guru mereka.
​"Apresiasi ini adalah bentuk rasa bangga kami. Apa yang diraih Ibu Fitriyani membuktikan bahwa guru madrasah mampu berbicara banyak di level nasional. Semoga ini menjadi suntikan motivasi bagi anak-anak didik kami agar terus bersemangat mengejar prestasi di bidang apapun," ungkap Masripani dalam sambutannya.
​Pesan Inspiratif dari Fitriyani, saat ditemui usai acara pemberian apresiasi, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar prestasi ini bisa menular kepada para siswa.
​"Alhamdulillah, prestasi ini saya persembahkan untuk keluarga besar MAN 4 HST. Saya berharap ini bisa menjadi bukti bagi anak-anak didik saya bahwa keterbatasan jarak dan tempat bukan penghalang untuk bersaing di tingkat nasional. Teruslah belajar dan jangan pernah takut untuk mencoba," ujar Fitriyani dengan penuh haru.
Langkah kepala Madrasah dalam memberikan apresiasi ini menunjukkan komitmen MAN 4 HST dalam mendukung setiap prestasi yang lahir dari lingkungan madrasah.
​Prestasi tingkat nasional ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan diri para siswa dan memacu semangat inovasi bagi seluruh guru di lingkungan MAN 4 Hulu Sungai Tengah untuk terus membawa nama baik madrasah di kancah nasional maupun internasional.
Rep/ft: Humas MAN 4 HST
BARABAI (MAN 4 HST) – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Hulu Sungai Tengah (HST), Masripani, melaksanakan supervisi akademik terhadap guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Hire Irawan, bertempat di ruang kelas madrasah setempat, Selasa (07/04).

​Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin madrasah untuk memantau keselarasan antara perangkat pembelajaran yang disusun guru dengan praktik mengajar di lapangan. Selain itu, supervisi ini bertujuan memastikan materi sejarah Islam disampaikan dengan metode yang inovatif, efektif, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

​Dalam pengamatannya, Masripani secara cermat meninjau interaksi edukatif di dalam kelas. Hal ini dilakukan guna menjamin standar mutu pendidikan di lingkungan MAN 4 HST tetap terjaga dan terus berkembang sesuai dengan tuntutan kurikulum.

​"Supervisi ini adalah upaya kita bersama untuk memastikan bahwa kualitas pengajaran di kelas tetap prima. Kita ingin guru-guru terus berinovasi agar siswa tidak hanya menghafal fakta sejarah, tetapi mampu memetik nilai-nilai kehidupan dari materi SKI tersebut," ujar Masripani.

​Pada sesi pembelajaran tersebut, Hire Irawan memaparkan materi dengan memanfaatkan media pendukung yang interaktif. Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Madrasah karena dinilai mampu membangkitkan antusiasme siswa dalam belajar.

​Seusai kegiatan, Masripani memberikan arahan serta evaluasi konstruktif sebagai bentuk pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan. Evaluasi ini mencakup penguatan metode mengajar dan manajemen kelas yang lebih dinamis.

​Melalui supervisi akademik ini, diharapkan mutu pengajaran di MAN 4 HST, khususnya pada mata pelajaran SKI, terus meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman sejarah yang mendalam serta berkarakter Islami.