Barabai (MAN 4 HST) — Rasa empati dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh keluarga besar MAN 4 Hulu Sungai Tengah (HST). Pada Kamis (24/10/2026), murid putra bersama jajaran dewan guru dan staf MAN 4 HST bertakziah sekaligus melaksanakan shalat jenazah (kifayah) untuk salah seorang warga masyarakat yang bermukim di lingkungan sekitar madrasah.

Kehadiran para murid dan dewan guru dalam pelaksanaan shalat kifayah ini merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus wujud kepedulian madrasah terhadap warga tetangga. Kehadiran rombongan madrasah yang turut mendoakan jenazah direspon hangat oleh pihak keluarga duka dan warga setempat.

Pembina Keagamaan MAN 4 HST, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa keikutsertaan para murid dalam kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban sosial, melainkan juga sebagai bentuk pendidikan karakter dan praktik keagamaan secara langsung bagi peserta didik.

"Kegiatan ini merupakan bentuk pendidikan langsung bagi para siswa. Selain menjalankan kewajiban fardhu kifayah, anak-anak belajar mengasah rasa empati, memahami arti bermasyarakat, serta mengaplikasikan teori tata cara shalat jenazah yang mereka pelajari di kelas ke dalam kehidupan nyata," terang Yusuf.

Melalui kegiatan bertakziah dan shalat kifayah bersama ini, MAN 4 HST terus berkomitmen mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar. Pihak madrasah berharap kebiasaan baik ini dapat terus tertanam dalam diri para siswa agar menjadi pribadi yang religius dan memiliki kepekaan sosial tinggi di mana pun mereka berada.

Redaksi: Haidir

Barabai (MAN 4 HST)— Keluarga besar MAN 4 Hulu Sungai Tengah (HST) menyalurkan bantuan kepada salah satu peserta didik kelas X B, Faira Nauviza Azzahra, yang tertimpa musibah kebakaran di Desa Tabudarat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua OSIM MAN 4 HST, Dina Aprilliana, dengan didampingi Pembina OSIM Irwan Dinata Saputera, Wakamad Kesiswaan Lidza Maftuh, Wali Kelas Erni Fuja Astuti, serta Kepala Tata Usaha Maslani, Rabu (23/10/2026).

Aksi sosial ini merupakan hasil penggalangan dana yang diinisiasi oleh OSIM MAN 4 HST pada 21–23 September 2026. Donasi yang terhimpun dari seluruh warga madrasah, peserta didik, hingga para alumni meliputi uang tunai, pakaian layak pakai untuk Faira beserta orang tuanya, serta peralatan rumah tangga yang dibutuhkan.

Ketua OSIM MAN 4 HST, Dina Aprilliana, menyampaikan bahwa gerakan ini murni dilandasi oleh rasa empati dan solidaritas antarsiswa. "Kami tergerak untuk saling membantu sesama teman yang sedang tertimpa musibah. Semoga donasi yang tidak seberapa ini bisa sedikit meringankan beban Faira dan keluarga, serta menjadi pengingat bahwa Faira tidak sendiri menghadapi ujian ini," ujar Dina usai penyerahan bantuan.

Di sisi lain, Faira Nauviza Azzahra selaku penerima bantuan tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas kepedulian yang diberikan oleh pihak sekolah. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga MAN 4 HST, bapak ibu guru, teman-teman OSIM, dan alumni yang sudah peduli. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga di masa sulit seperti sekarang," ungkap Faira dengan penuh rasa syukur.

Pihak madrasah pun mengapresiasi kepekaan sosial serta inisiatif cepat yang ditunjukkan oleh para pengurus OSIM dan seluruh keluarga besar MAN 4 HST. Harapannya, semangat kepedulian dan kebiasaan saling berbagi ini terus terjaga, sementara keluarga Faira diberikan ketabahan serta keikhlasan untuk bangkit kembali pascamusibah. Red/ft: dir/irwn

Barabai (MAN HST) — Dalam upaya mendukung program madrasah peduli dan berbudaya lingkungan, Tim Adiwiyata Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar aksi gotong royong membersihkan area kolam madrasah," Selasa (22/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal persiapan sarana pembibitan ikan nila.

?Pembersihan yang melibatkan anggota Tim Adiwiyata ini berfokus pada pengangkatan lumpur, pembersihan gulma di sekitar area kolam, serta perbaikan saluran air agar sirkulasi berjalan optimal.

?Koordinator Bidang Kolam dan Sanitasi MAN 4 HST, Diqi Ananda, menyampaikan bahwa pemanfaatan kolam ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah lingkungan madrasah, tetapi juga sebagai media pembelajaran praktis bagi para murid.

?"Pembersihan ini penting untuk memastikan kualitas air dan lingkungan kolam layak sebelum bibit dimasukkan. Melalui budidaya ikan nila ini, kami ingin mengajak siswa memahami pemeliharaan ekosistem air tawar sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan," ujar Diqi Ananda di sela-sela kegiatan.

?Setelah proses pembersihan dan pengondisian air selesai, bibit ikan nila rencananya akan segera dilepaskan dalam beberapa hari ke depan. Program ini diharapkan dapat memperkuat komitmen MAN 4 HST dalam mempertahankan predikat Madrasah Adiwiyata dan menciptakan lingkungan belajar yang asri serta produktif. Red/ft: dirr